^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2014-08-19 20:16:21 - Fokus Mengurus K-2, Solok Selatan Tak Terima CPNS 2014 <0> 2014-08-11 13:30:17 - KPU SOLSEL AJUKAN ANGGARAN PILKADA RP 14 MILIAR <0> 2014-08-11 13:22:36 - 20 TAHUN TAK DIALIRI LISTRIK, JORONG LIKI KINI TERANG <0> 2014-07-14 10:41:25 - Dirut PDAM Solsel Dinonaktifkan <0> 2014-07-14 10:38:32 - Perbaikan Jalan Rusak Mendesak <0>
 

BERITA FOTO

2011-09-07 : Berita Foto 1

Hot Water Boom

2011-09-07 : Wisata

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?

Bagus
Cukup
Kurang

Tampilkan Hasil Suara

Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?

Bagus (51.4 %)

Cukup (18.5 %)

Kurang (30.1 %)

(2088 Suara)

Anda berada di: Depan > Post
PERINGKAT KABUPATEN PEMEKARAN
Diposting pada: 2012-05-21 11:44:34 | Hits : 991 | Kategori: Daerah
 


Kabupaten Dharmasraya menempati peringkat atau rangking pertama secara nasional  dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah otonom hasil pemekaran tahun 1999 sampai 2009 dari 164 kabupaten hasil pemekaran.

Penetapan peringkat dan rangking tersebut berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor 120 – 277 Tahun 2011 yang diumumkan Dirjen Oto­nomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan dalam peringatan Hari Otonomi Daerah, di Bogor, Senin (25/4) dan dihadiri Wapres Boediono dan Mendagri Gamawan Fauzi.

Dharmasraya menempati rangking satu  karena persentase dalam mening­katkan kesejahteran rayat mencapai 20,59 persen dari standar yang ditetapkan 30 persen. Kemudian good governace 19,28 persen (standar 25 persen), pelayanan publik 9,64 persen (standar 25 persen) dan daya saing 9,92 persen (standar 20 persen), total 59,43 persen.

Sedangkan Pasaman Barat rang­king 31 dengan capaian kesejah­teraan rakyat 20,93%, good governace 8,47%, pelayanan publik 11,11% dan daya saing 5,51% dengan nilai total 46,02%. Kemudian Solok Selatan menempati rangking 33 dengan capai kesejahteraan rakyat 18,81%, good governance 10,36%, pelayanan publik10,05% dan daya saing 6,36% dengan total 45,57%. Mentawai pada ranking 102 dengan capai kese­jahteraan masyarakat 13,67%, good governance 11,48%, pelayanan publik6,69% dan daya saing 0,96% dengan total 33,16%.

Kemudian Kota Pariaman yang merupakan satu-satu kota hasil pemekaran di Sumbar menempati rangking 27 dari 34 kota hasil pemekaran dari tahun 1999 sam­pai 2009.

Capaian kota Pariaman di bidang kesejahteraan masyarakat 17,32%, good governance5,48%, pelayanan publik 8,56% dan daya saing 3 % dengan total 34,36 %.

Sumbar Rangking 8

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menempati peringkat atau rangking delapan tingkat nasional dalam kinerja penyelenggaraan pemerin­tahan daerah terhadap laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2009. Waktu itu gubernur masih dipegang Gamawan Fauzi.

Sedangkan Kota Sawahlunto merupakan satu-satu dari kabupaten dan kota di Sumatera yang masuk 10 besar dalam penilaian serupa, yaitu menempati peringkat enam dari seluruh kota se Indonesia.

Penetapan peringkat dan status kinerja penyelenggaraan pemerin­tahan daerah tahun 2009 itu dituang­kan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 – 276 Tahun 2011.

Meski berada pada peringkat delapan, Sumbar tidak memperoleh penghargaan. Sebab provinsi yang menerima penghargaan hanya yang masuk tiga besar, yaitu Sulawesi Utara peringkat pertama dan Sulawe­si Selatan dan Jawa Tengah menem­pati peringkat kedua dan ketiga. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Mendagri Gamawan Fauzi kepada masing-masing gubernur.

Sedangkan kota yang diberikan penghargaan adalah yang masuk 10 besar, yaitu Surakarta, Semarang, Banjar, Yogyakarta, Cimahi, Sawah­lun­to, Probolinggo, Mojokerto, Sukabumi dan Kota Bogor. Begitu kabupaten yang masuk peringkat 10 besar juga mendapat penghargaan yang sama. Namun dari 10 besar kabupaten tersebut tidak satu pun kabupaten di Sumatera. Penghargaan juga diserahkan Mendagri Gamawan Fauzi kepada masing-masing bupati dan walikota yang masuk 10 besar tersebut, termasuk Walikota Sawah­lunto Amran Nur.

Sementara itu untuk kota lainnya lain di Sumbar, yaitu Kota Solok menempati peringkat 30, Payakum­buh peringkat 34, Bukitinggi pada posisi peringkat 44, Kota Padang  peringkat 47, Kota Padang Panjang 63 dan Kota Pariaman pada pering­kat 64.

Untuk peringkat kinerja penye­leng­garaan pemerintahan kabupaten, Tanah Datar menempati peringkat 14, Pasaman Barat peringkat 91, Pesisir Selatan pada peringkat 141, Padang Pariaman 182, Agam 190, Lima Puluh Kota 199, Solok 242, Solok Selatan 248, Dharmasraya 265, Sijunjung 272, Pasaman 332 dan Mentawai 336.

Hal yang cukup menarik dari penilaian kinerja pemerintahan kabupaten di Sumbar tahun 2009 tersebut, terlihat bahwa dua kabupa­ten hasil dari pemekaran menempati posisi yang lebih baik dari kabupaten induknya, seperti Pasaman Barat jauh meninggalkan Pasaman dan Dhar­mas­raya juga meninggalkan induknya Kabupaten Sijunjung.

diambil dari :Harian Haluan

 

Posting Lainnya:

« Kembali