^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2014-08-27 01:37:33 - Dekranasda Solok Selatan Miliki Ruang Promosi Baru <0> 2014-08-19 20:16:21 - Fokus Mengurus K-2, Solok Selatan Tak Terima CPNS 2014 <0> 2014-08-11 13:30:17 - KPU SOLSEL AJUKAN ANGGARAN PILKADA RP 14 MILIAR <0> 2014-08-11 13:22:36 - 20 TAHUN TAK DIALIRI LISTRIK, JORONG LIKI KINI TERANG <0> 2014-07-14 10:41:25 - Dirut PDAM Solsel Dinonaktifkan <0>
 

BERITA FOTO

2011-09-07 : Berita Foto 1

Hot Water Boom

2011-09-07 : Wisata

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?

Bagus
Cukup
Kurang

Tampilkan Hasil Suara

Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?

Bagus (51.3 %)

Cukup (18.5 %)

Kurang (30.1 %)

(2100 Suara)

Anda berada di: Depan > Post
Pendaftaran CPNS Dimulai
Diposting pada: 2013-09-03 11:21:08 | Hits : 11638 | Kategori: Daerah
 

Aturan Domisili Dilarang

Enam kota/kabupaten di Sumatera Barat se­gera merekrut calon pegawai ne­geri sipil (CPNS) tahun ini se­telah adanya penetapan dari Ke­men­terian Pendayagunaan Apa­ratur Negara dan Reformasi Biro­krasi (PAN dan RB). Keenam daerah itu yakni Kabupaten Solok Sela­tan, Kepulauan Mentawai, Kota Padangpanjang, Pasaman, Sa­wah­lunto, dan Dharmasraya. Pemprov Sumbar juga akan me­nerima pelamar umum seba­nyak 193 formasi. Umumnya un­tuk tenaga pengajar sebanyak 74 orang, tenaga kesehatan 80 orang, tenaga teknis 39 orang. Khu­sus untuk pelatih renang yang akan mengikuti seleksi CPNS, mi­nimal harus memiliki medali emas di PON. Jika tidak, calon ter­sebut otomatis tidak bisa ikut dalam ujian CPNS tahun ini.

“Untuk formasi kabupaten/kota, kami belum bisa infor­ma­si­kan karena langsung dikirim ke­men­terian ke daerah masing-ma­sing,” kata Kepala Badan Kepe­ga­waian Daerah (BKD) Sumbar, Ja­yadisman kepada Padang Eks­pres, kemarin.

Pendaftaran calon CPNS mu­lai 1 September sampai 20 Sep­tem­­ber mendatang. Bagi pela­mar yang ingin mengikuti tes CPNS, su­dah bisa mendaftar secara on­line ke website BKN, dan me­ma­suk­kan data pendaftaran ke ad­min wilayah tujuan. “Data pela­mar harus sesuai NIK di e-KTP,” tambahnya.

Sedangkan untuk daerah, belum semuanya dikirim formasi CPNS oleh Kemen PAN-RB.

Pemkab Pasaman misal­nya, belum bisa memas­tikan ka­­pan waktu penerimaan CPNSD. Kepala BKD Pasa­man, Zulfahmi mem­per­kira­kan persetujuan for­masi CPNS un­tuk Pasaman turun dalam ming­gu ini, 1-7 September. “Ke­men PAN-RB mem­berikan kuota untuk Pasaman, 40 orang. Terdiri 33 orang guru ke­las dan 7 guru produktif. “Jadi, untuk formasi lain seperti te­naga teknis dan tenaga me­dis, kita tidak mendapat jatah dari pusat,” jelasnya. Guru produktif tersebut maksudnya tenaga guru yang bisa menciptakan lapangan kerja, seperti guru otomotif, pertanian, elektro, komputer informatika dan elektronika. Sementara seleksi CPNS dari kalangan honorer kategori dua (K-2) sebanyak 484 orang, ha­nya mendapat jatah 30 pe­r­sen. “BKD tidak bisa inter­ven­si. Hasilnya murni hasil ke­mam­puan peserta ujian. Jika ada peserta dari K-2 tidak lu­lus, nasibnya diserahkan ke­pa­da instansi tempat mere­ka me­ngabdi. Artinya, tenaga me­re­ka bisa dipakai jika ada ang­garan di instansi masing-ma­sing,” jelasnya.

Di Solok Selatan, Kepala BKD setempat, Ismael mem­per­kirakan formasi CPNS Sol­sel keluar pada 15 September men­datang. “Tahun ini, Solsel di­beri jatah menerima CPNS dari jalur umum sebanyak 100 orang,” ujarnya. Sistem seleksi CPNS di Sol­sel dipastikan sama dengan pe­riode sebelumnya. Ujian ter­tulis dengan menggunakan lembar jawaban komputer (LJK) dan hanya satu tahap. “Kita terbatas sarana dan pra­sa­­rana, serta minimnya SDM se­hingga penerimaan CPNS de­ngan sistem computer assis­ted test (CAT) tidak dapat diterapkan,” kata Ismael. Mengenai syarat-syarat pen­daf­taran, tidak berbeda dengan ta­hun sebelumnya. Seperti ija­zah dan transkrip yang telah dile­ga­­lisir, serta fotokopi KTP. “Un­tuk syarat lengkapnya nanti, ter­gan­tung daerah masing-masing dan tunggu setelah rapat di pro­vin­si besok (hari ini, red),” ujar­nya. Ada 10 universitas se-Indonesia terlibat dalam penyusunan nas­kah soal ujian CPNS. Ter­masuk Universitas Andalas (Unand).

Aturan Domisili Dilarang Pada bagian lain, Kemen PAN-RB melarang pemda mem­buat aturan domisili seba­gai persyaratan CPNS. Selu­ruh warga negara Indonesia berhak memilih tempat untuk ikuti tes CPNS. Hal tersebut disampaikan Ke­pala Biro Hukum dan Humas Ke­men PAN-RB, M Imanuddin, ke­marin (1/9). Ia menyatakan, pe­milihan lokasi merupakan ke­bebasan bagi seluruh warga ne­gara. Namun, saat sudah ditu­gaskan di suatu daerah, mereka tidak bisa mengajukan pindah se­perti yang lalu-lalu. “Tidak ada lagi daerah yang boleh membuat aturan demikian,” tegas Iman. Padek

 

Posting Lainnya:

« Kembali